Blog Saya yang baru telah saya buat..

silahkan kunjungi..

thanks..

Video Kepiting

Ini nih video yang sebenernya udah lama pengen saya masukin ke blog tapi gak sempat-sempat juga. Ini videonya udah lama banget, sekitar dua tahun lalu, waktu itu saya ada kuliah lapangan di Ulakan, Pariaman (di tepi pantai). Nah, saya melihat banyak sekali kepiting yang mondar mandir di depan saya mencari ikan-ikan kecil. Sebenarnya ini bukan kepiting yang bisa dimakan seperti dalam bayangan anda, tapi ini kepiting-kepiting kecil yang tidak bisa dimakan (kalau bisa mah, udah masuk karung tuh semua kepiting, hahaha). Jadi setiap saya datangi kepiting itu, mereka jadi malu dan meninggalkan ikan yang sudah mereka dapatkan. Hm, jadi saya berpikir bagaimana caranya agar hewan pemalu ini bisa masuk dapur masak video hp saya. Nah, saya punya ide untuk meletakkan hp saya di dekat lubang dan meneduhinya dengan daun agar tidak kepanasan. Akhirnya saya menjadi paparazzi untuk para artis kepiting yang tidak ingin mencari sensasi. pembuatan video ini cukup lama, saya dan teman saya sengaja tidur-tiduran di atas tmpat santai sambil menunggu video tersebut. Susah sekali membuat kepiting itu keluar, kami menunggu cukup lama agar video ini bisa terbuat. Hampir 4 jam untuk membuat video ini bisa menjadi dan saya banggakan sekali karena memang sangat susah untuk bisa mendapatkannnya. hahahahaha. Waktunya yang panjang, jadi saya mengedit video ini sependek mungkin dan memotong bagian-bagian yang tidak penting. Baiklah, tanpa mondar mandir kayak kepiting, kita lihat saja videonya langsung:

Cemonk Ala Geisha

Sudah lama sekali saya tidak lihat blog yang satu ini, tapi saya amlah sibuk buat blog yang baru.. www.yulisafarma.blogspot.com.. hanya penasaran dengan situs blog yang lain dan akhirnya memutuskan membuat satu blog lagi. Bodah banget, 1 blog ini aja gak keurus apalagi nambah.. tapi saya mencoba untuk adil agar tidak ada yang cemburu, Nah lo??

Hahahaha… saya mau ketawa dulu sebelum anda semua ketawa melihat foto saya yang ancur abis di sini. Begini ceritanya. Gak enak banget kan kalau kerjaan hanya tidur, makan, duduk, lihat kucing, ngenet dan bla bla bla… pasti membosankan dan sungguh sangat memuakkan. Jadi saya punya kepikiran untuk motret-motret diri sendiri tanpa bantuan fotografer dan yang terpikir oleh saya bukan motret apa-apa, melainkan ingat film Memoirs of Geisha yang keren abis. Di sana saya melihat dandanan para geishanya sangat norak dan tebal, tapi terlihat anggun dan cantik. Mulai dari bedaknya yang super tebal, lipstiknya yang merah menyala dan bajunya yang berlapis lapis. Gila, pasti bakal banyak uang keluarnya tuh. So, saya tertarik aja berdandan ala Geisha tersebut (What!!??!!**) dan hasilnya, bukannya mirip Geisha, malah cemong-cemong seperti Geisha yang habis masaka di dapur pake api kayu …. hahahahahaa.

Nah, ini beberapa foto yang berhasil saya dapatkan selama saya menjadi si Cemong Ala Geisha (jangan ketawa, Pliss###):

Cemonk ala Geisha... huhuhuCemonk

Jangan berpikiran negatif ya tentang saya, ini hanya perfotoan malapraktek yang saya buat sendiri tanpa ikut campur tangan atau campur kaki siapapu. Hanya ingin mengenbangkan bakat seni dalam bidang fotografer dan desain grafis… dan buat semua ngakak lihat keberanian saya dalam berfoto tertantang kamera seperti ini… hehehehee

TULISAN INI JUGA ADA DI BLOG SAYA YANG SATU LAGI DI www.yulisafarma.blogspot.com

Cerita di Pulau mentawai 1

Pantai Maileppet kepulauan mentawai

Pantai Maileppet kepulauan mentawai

Udah lama neh we gak ngeblog lagi… itu bukan karena gw sibuk… tapi maklumlah we gak sempat gitu, waktu we sempit banget (sama aja tahu), kayaknya ada yang korting waktu we. Huaa, cerita apa dulu yah? ya udah, karena we sibuk bolak balik berenang dari padang mentawai, we mau ceritain tentang mentawai aja dulu.

ini kejadian udah lama, sekitar 4 bulan lalu. We punya pengalaman pertama pergi ke pulau mentawai. Ini gara2 ada proyek pemilu yang ditawarin dosen we. Dosen we nanya, we mau daerah yang mana. Spontan aja we bilang, ” Mentawai aja, Pak.” Awalnya tu dosen mangap bentar, habis tu dia nyatet sesuatu di kertas yang dipegangnya. Akhirnya gw dapet juga mentawai, Tepatnya di Siberut Selatang, tepatnya lagi di desa MAileppet. Gak tahu setan apa yang ngerasuki pikiran gw buat ke mentawai, tu pulau kan jauh banget, gak ada internet, mall and sebagainya. Kabarnya cuma telkomsel aja yang dapat, itupun harus manjat pohon kelapa dulu. Tapi gak tahu, we sangat tertarik ke Mentawai, sampai2 we pake acara mimpi segala.

Orang Mentawai dengan Tatto di badannya

Orang Mentawai dengan Tatto di badannya

We berpikir kalau hal ini terjadi gara-gara Si Kere pengen we ke sana menjadi tamu kehormatan… hahaha, we kan anak antropologi, jadi harus berani. Tapi awalnya we berpikir kalau ke sana kan gak sendirian, pasti banyak senior we ikut ke mentawai. dan ternyata benar, banyak banget yang ikut, tapi sayangnya gak senior gw, melainkan orang yang gak gw kenal.. maksudnya semua orang yang ada di kapal saat itu banyak banget yang ikut ke mentawai, alias we pergi sendiri!!! Gubrak!!!

Pengen teriak sekencang mungkin, tapi bisanya mangap kayak ikan. Akhirnya we naik kapal Sinar Rezeki, dengan pesan kamar. We pikir bakal ada badai besar, ternyata gak ada badai maupun kapal tenggelam. Padahal we dah berpikir kalau kapal ne bakal tenggelam, maka we nyiapin satu tas yang di dalamnya adalah barang2 berharga we, tas itu selalu we sandang, bahkan tidur we sandang juga. Tapi ternyata gak terjadi apa2, mungkin we aja yang berpikiran buruk, sebenarnya aman tuh. We keenakan tidur sehingga gak terasa we dah di mentawai, buset! perjalanan we 10 jam di atas laut.

Untuk di sana ada rumah keluarga senior gw dan dia numpangin we di sana. Di dermaga we dah dijemput ma seorang cowok, namanya Anggi. Dan we langsung dibawa kabur ke rumahnya karena udah ngeliat badan we yang capeknya minta ampun. Jauh banget rumahnya, 8 kilo dari dermaga, gila, ne ke rumah atau ke luar kota? Sampai di rumah we berharap bakal ketemu ma nyokapnya, tapi alhasil semua yang tinggal adalah cowok, TIDAK!!!!! Gw ngerasa aneh, resah… aduh gak enak banget deh.

Akhirnya we hanya di kamar dan di kamar, huek. Padahal gw selain pergi survei juga pengen liburan. Tapi kayaknya we harus pulang cepet, gak nyaman bangewt rasanya.

Paginya, ada yang nelpon we. Hah? Bang Paqnce, dia adalah senior we juga. Namanya Pancelus, tapi gak boleh dielus-elus. Setelah, cakap-cakap akhirnya we tahu kalau bang pance rumahnya gak jauh dari tempat we tugas, perbatasan Maileppet, sedangkan TPS tempat we tugaqs di MAileppet. Karena jarak dari rumah Anggi ke tempat we tugas Jauh banget, akhirnya pagi-pagi yang buta karena teriknya matahari we mencari rumah bang Pance. Tapi sebelumnya we mau ke kantor kepala desa yang jaraknya 8 kilo. KArena ojek di sana mahal banget, we akhirnya jalan kaki, untung aja we jago dalam hal berjalan kaki.

Pulang dari sana, we jalan-jalan ke pantai sendiri, buat video, foto2 sendiri, pokoknya kayak orgil nyasar deh. Setelah we tanya2, akhirnya diriku mendapatkan rumah keluarga bang pance di kaki bukit kecil di depan gereja baru. Huff, gak lama we ngobrol ama ortunya dan kakaknya bang pance, bang pance masih di padang n gak pulang ke mentawai. setalh mengalamai pencocokan, mereka pun menyruh we buat tidur di tempat mereka aja. We ma Kak Ahong, kakaknya bang Pance pergi pake motor ke rumah Anggi dan membawa kerel we yang super berat.

Dan akhirnya liburan di mentawai menyenangkan. We diajak mancing di tengah laut pake sampan kecil. Trus ke hutan mencari bambu buat sagu, trus keliling Siberut, lihat ladang cokelat yang super gede. Pokonya banyak banget kegiatan yang bikin we lupa diri n lupa pacar we yang merana nunggu telpon we. Maafkan aku. WQe pun dapat keluarga angkat di sana, Bang Pance pun jadi kakak angkat gw, hahahaha. Pulangnya we naik Kapal Ambu-Ambu. we kira kapalnya kecil, eh ternyata gede banget tu kapal. We pulang berdua ma kak Ahong. Dan tanpa disangka-sangka, ternyata ada badai gede dan hasilnya we mual dan nangis2 kayak orang kesetanan. Hingga we kesetanan mau ke Mentawai lagi.

Usaha Sampingan

Mau Menambah Penghasilan??


ATau mau Dapat Pulsa GRatis TIap Minggu..


AYo segera Kunjungi situs di bawah ne..


http://www.TigerGroup.co.cc

Alamku…!

Ini foto yang paling menakjubkan. Lihat, betapa indahnya Sumbar ini, alamnya yang hijau. Ini foto aku di Solok bersama teman2 kampus. Kami mau menuju ke Air Terjun dan kami melihat berbagai peninggalan arkeologi... sangat menakjubkan

Ini foto yang paling menakjubkan. Lihat, betapa indahnya Sumbar ini, alamnya yang hijau. Ini foto aku di Solok bersama teman2 kampus. Kami mau menuju ke Air Terjun dan kami melihat berbagai peninggalan arkeologi... sangat menakjubkan

Meskipun cuaca panas, tak menghalangiku untuk melihat keindahan alam yang mungkin jarang ditemukan di padang. Aku janji akan menjadi seorang peneliti kebudayaan dan alam di indonesia ini... aku cinta alam

Meskipun cuaca panas, tak menghalangiku untuk melihat keindahan alam yang mungkin jarang ditemukan di padang. Aku janji akan menjadi seorang peneliti kebudayaan dan alam di indonesia ini... aku cinta alam

Apakah di masa depan nanti aku bisa memanjati pohon ini? apa aku akan melihat pohon-pohon yang begitu rindang dan menyejukkan ini? Semoga saja

Apakah di masa depan nanti aku bisa memanjati pohon ini? apa aku akan melihat pohon-pohon yang begitu rindang dan menyejukkan ini? Semoga saja

Nenek Tua Pecinta Kucing

Nenek Tua Pecinta Kucing

Yulisa Farma

Telah Terbit di Koran Singgalang Minggu, 26 Oktober 2008

Setiap pulang sekolah, aku selalu melihat rumah itu. Rumah yang terletak di sudut jalan. Rumah yang terpencil dan jauh dari komplek perumahanku. Ingin sekali untuk mengetuk pintu dan menyapa orang yang ada di rumah itu. Tapi, rasa takutku melebihi keberanianku. Anehnya, tak ada seorang pun yang mempermasalahkan Nenek itu. Sepertinya tak ada yang melihat rumah di sudut jalan itu. Setiap aku melewati rumah itu, aku selalu melihat Nenek tua yang selalu mengelus kucingnya dengan lembut. Rasa ingin tahu membuatku tak sabar untuk berkunjung ke rumah itu. Nenek tua pecinta kucing, itulah julukan yang pantas. Kenapa tidak? Aku sering melihat Nenek itu memeluk kucing dan mengelusnya dengan lembut. Sepertinya kucing itu sangat berarti baginya. Namun, aku hanya dapat melihatnya dari jauh.

Hari ini cuaca agak mendung. Aku memakai sweater tipis dan mengalungi syal merah di leherku. Untuk mewanti-wanti, aku membawa payung kecil, mungkin saja nanti hujan lebat. Aku melewati rumah itu lagi. Kesunyian yang mencekam membuatku sedikit merinding. Angin yang berhembus kencang membuat dedaunan kering terbang jauh seakan menghindar dari rumah tua itu. Keadaan seperti itu lebih membuat bulu kudukku berdiri untuk beberapa menit. Aku terpaku di tempat itu tanpa berkedip. Sudah 10 menit aku di sana, sewaktu hendak pergi, aku melihat Nenek itu lagi. Seperti biasa, Nenek itu mengelus kucingnya yang berada di pangkuannya. Karena rasa takut yang menjalar membuatku lari terbirit-birit ke sekolah. Dan aku tahu hal ini sangat buruk untuk konsentrasi belajarku nanti.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.