Dia menyerupai babi tetapi ukurannya jauh lebih kecil dari babi biasa. Akan tetapi ia mempunyai taring panjang yang mencuat ke atas menembus moncongnya. Ya itulah babirusa (Babyrousa babirussa), bentuknya memang seperti babi tetapi ia hanya lebih kecil dari babi dan mempunyai taring. Babirusa ini adalah salah satu hewan langka dan populer saat ini. Babirusa banyak terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Binatang langka ini pernah dipelajari oleh seorang pengamat binatang yang bernama Linnaeus, asal Amerika pada tahun 1758. Habitat babirusa ini, lebih banyak ditemukan di Hutan hujan tropis. Panjang tubuh sekitar 87 sampai 106 cm, tingginya hanya mencapai 65-80 cm, berat tubuh mencapai 90 kg. Hewan ini sangat gemar memakan buah-buahan dan tumbuhan seperti mangga, jamur dan dedaunan. Hewan ini mencari makan pada malam hari, agar terhindar dari binatang buas yang sering menyerang.
Hewan ini sering diburu oleh penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh, karena sering merusak lahan pertanian. Binatang pemalu ini bisa saja menjadi buas apabila ada yang mengganggu. Taringnya yang panjang dan mencuat ke atas, berguna untuk melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor sekali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Selah melahirkan bayi babirusa akan disusui induknya selama satu bulan. Setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Babirusa ini dapat bertahan hingga berumur 24 Tahun. Pada saat sekarang ini babirusa kian sedikit hingga ia termasuk dalam daftar hewan dilindungi.
Sejak tahun 1996 hewan ini masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITIES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar. Sebagai bagian kingdom mamalia, babirusa tergolong hewan Chordata (hewan bersumbu tubuh), ia juga tergolong dalam Subfillum Vertebrata (hewan bertulang belakang), dan ia diklasifikasikan sebagai hewan mamalia. Babirusa tubuhnya ditutupi rambut dan tergolong hewan bersuhu stabil. Babirusa merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirusa. Babirusa bersifat penyendiri. (Yulisa Farma
Hewan ini sering diburu oleh penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh, karena sering merusak lahan pertanian. Binatang pemalu ini bisa saja menjadi buas apabila ada yang mengganggu. Taringnya yang panjang dan mencuat ke atas, berguna untuk melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor sekali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Selah melahirkan bayi babirusa akan disusui induknya selama satu bulan. Setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Babirusa ini dapat bertahan hingga berumur 24 Tahun. Pada saat sekarang ini babirusa kian sedikit hingga ia termasuk dalam daftar hewan dilindungi.
Sejak tahun 1996 hewan ini masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITIES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar. Sebagai bagian kingdom mamalia, babirusa tergolong hewan Chordata (hewan bersumbu tubuh), ia juga tergolong dalam Subfillum Vertebrata (hewan bertulang belakang), dan ia diklasifikasikan sebagai hewan mamalia. Babirusa tubuhnya ditutupi rambut dan tergolong hewan bersuhu stabil. Babirusa merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirusa. Babirusa bersifat penyendiri. (Yulisa Farma
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









menarik juga tulisannya.
salam kenal yach…
yah lam kenal juga ya,,,
babi rusa itu sprt rusa y.
punya cerita tentang komodo, gak?
kalo punya tampilin dong ke blog, dituggu lho…..
babi rusa itu sprt rusa ya.