Aku terjaga di malam memburu babi
Tanpa sadar aku berada di tengah hutan kapas
Dimana ini?
Gelap, lemas dikerubuti kapas-kapas nakal
Ketakutan dalam kesendirian
Siapa yang mau menolongku
Apa aku harus memberinya 50 golden emas
Atau aku harus memberi kertas washi yang sangat melonjak harganya
Aku dikerubuti asap yang keluar dari cerobong tua
mereka marah, dendam dan iri melihatku
Mereka ingin membunuhku perlahan dengan racun [...]

Saat aku terbangun
Aku sadar sekarang aku berada di bawah sadar
Di bawah atap para genin yang sinis melihatku
Apa mereka tidak tahu kalau aku ini sanin
Sebentar lagi aku akan jadi samurai yang perkasa
Mereka saja yang iri melihatku
Aku berjalan mengelilingi gunung fuji yang terbakar karena dinginnya es
Sakura tak mau tumbuh lagi, karena badai debu yang memedihkan mata
Sakura hilang [...]

TERDAMPAR
-yulisa melupakan perangkap
pernah kau melihat lautan maha luas
di penghujung, langit dan laut menyatu
seperti roti dilapisi sayur dan saos merah kental
segala menggelembung di mataku
senyap berkecamuk pada pulau-pulau
rayuan yang terus membikin rindu menggunung
mencapai langit dan merampai begitu rupa
bertahun-tahun hanya sepi
membikin rindu terus menggunung
ingin pulang dari keterdamparan ini
tak ingin peduli
terus menyepi
atau terperangkap ke keniscayaan ingin pulang
Dari bang Fadhil [...]

RISALAH ASMARA
Pucuk pauh delima batu
anak sembilang di tapak tangan
sungguh jauh di negeri Satu
hilang di mata di hati jangan
Oh, roman rupa si gadis tanjung gemilau hasrat
sekejap mata nadi-jantung
umpama dibelah beratus-ratus pisau
sungguh rindu tiada terkata
oi mak, pucuk sembiluku layu
Hendak kujemput jumputan kasih ke antah berantah atau ke negeri jiran
biarlah kubawa serta patih, kesturi dan selasih [...]

TEROPONG BINTANG
-isyarat untuk yulisa
Aku saksikan bintang-bintang bertabrakan
bulan rindu miris di altar perkabung masa
galaksi memetakan antariksa penuh isyarat:
akan datang seorang puan dari titik kelemasan masa
Aku saksikan dengan teropong bintang
dari matamu Aku saksikan bintang-bintang bertabrakan
bulan rindu miris di altar perkabung masa
galaksi memetakan antariksa penuh isyarat:
akan datang seorang puan dari titik kelemasan masa
Aku saksikan dengan teropong bintang
dari matamu
“TERUSLAH [...]

mencari asmara yang maya dan gak bisa aku jangkau,,,,,,
Aku hanyalah katak jelek nyang gak pantas dimiliki putri raja,,,,,,
cinta bagiku hanyalah partikel yang sangat kecil,
aku tak bisa melihat atau menyentuhnya
aku malu,,,,,,,,
malu akan sindiran putri raja,,,,,,,,
aku bukan siapa-siapa,,,,
aku bagai seonggok taik yang gak pantas untuk dilihat atau pun disentuh,,,,,,,,,,,,,,
Takkan ada seorang pun mengerti tentang aku,,,,
dan takkan [...]

Tolong Aku

Tolong Aku
Kerinduanku melebihi kebencianku
Aku terdampar di laut yang dangkal
Tapi kenapa masih tenggelam?
Aku memandang tanpa arah
Aku termangu melihat telaga yang indah
Tanpa sadar aku berjalan menuju telaga
Aku tak sadar kalau itu hanyalah sebuah hayalan
Hayalan yang hanya ada di pikiran yang korong
Sekarang aku benar-benar tenggelam
Tenggelam oleh air yang menetes perlahan
Menjadi laut yang dalam dan kelam
Aku terperangkap di sini
Siapa [...]

HIKAYAT ASMARA
-teringat yulisa

Selama perjalanan ini
kukatakan satu hal yang akan kamu lupakan
dalam hidup. Dalam lembar-lembar kumuh
yang tersuruk dan kenangan terpuruk
O betapa kupastikan selembar asmara
tertinggal di antara kursi
yang sering kamu tempati
lalu kuselipkan sebuah kalimat di saku belakang
jika esok aku menemukanmu
akan kusampaikan dengan sepenuh raga
bahwa rindu membandang telah bertandang
datang seperti alur air sungai
yang menuju tanjung
asmara ada di [...]

PERIHAL ASMARA
-terkenang yulisa
Aku saksikan pantai panjang merantai di sepanjang tanjung
ia rampungkan dalam sudut yang tak sudah
lalu, sekumpulan umang-umang bergeser dihempas riak kecil
dan tongkang mulai merapat menurunkan udang
menurunkan sekelumit hidup yang pahit
seperti enggan menemu malam
menemu asmara yang digelombangkan waktu
Dari Bang Fadhil Fak. Hukum Unand (Putapilem)

ASMARA ITU LAUT
-ke pantailah yulisa
Aku khidmat mendengar gemuruh gelombang
berhempasan di batu diam. Batu yang bersiteguh
di kediamannya tanpa bergeser semeter pun
aku setuju menatap jauh
lampu-lampu air. Seperti halnya mutiara
aku ikhlas dikaitkan pada langit
begitu rupa
ingin kusampaikan kabar padamu
agar tersiar tentang laut
yang begitu palung. Mencucuk-cucuk aku
seharian penuh
Dari Band Fadhil Fak. Hukum Unand (Putapilem)